Penjajahan Hindia Belanda relatif lama dan membuat banyak bangunan yang dulunya dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda pada jaman tersebut. Salah satunya adalah stasiun tempat pemberhentian kereta api. Tidak hanya museum sebagai tempat peninggalan bersejarah, tetapi daftar stasiun di bawah ini akan menjadi sebuah bukti tempat peninggalan bersejarah pada jaman Belanda tersebut yang terjadi di Indonesia, tepatnya lokasi stasiun ini berada di pulau Jawa Tengah. Yuk, langsung saja simak berikut ini.

Deretan Nama Stasiun di Jawa Tengah yang Sudah Berdiri Pada Jaman Belanda

1. Stasiun Purwosari

Bangunan stasiun yang pertama ini merupakan bukti peninggalan Belanda yang berada di wilayah Solo.  Stasiun ini aadalah hasil bangunan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatsschappij (NISM) yang dibangun pada tahun 1875. Jalur kereta ini termasuk salah satu yang unik, di mana kalian akan melihat satu-satunya jalur kereta api yang berjejer dan berdampingan secara langsung dengan jalanan raya. Pada tahun 2013 ini, pemerintahan Solo telah menetapkan bangunan sebagai bangunan cagar budaya.

2. Stasiun Lempuyangan

Selanjutnya adalah sebuah bangunan peninggalan Belanda lainnya yang berada di Indonesia. Stasiun ini sudah mulai beroperasi sejak 2 Maret 1872. Pembangunan ini terjadi akibat NISM yang merugi hingga pemerintahan Hindia Belanda membangun rel sepanjang 166 kilometer menuju kota Yogyakarta. Stasiun ini berada di jarak 1 kilometer dari pusat kota. Awalnya, stasiun ini hanya digunakan untuk melayani rute Yogyakarta – Solo – Semarang untuk mengangkut gula. Sekarang, stasiun ini dijadikan sebagai pemberhentian kereta api ekonomi.

3. Stasiun Tuntang

Berikutnya adalah sebuah stasiun peninggalan Belanda khususnya Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatsschappij (NISM). Bnagunan stasiun ini telah berdiri sejak dibangun pada tahun 1871 dan baru mulai beroperasi pada 21 Mei 1973. Hanya saja, bangunan ini menjadi sebuah museum di mana jalur yang menghubugkan kota Yogyakarta dengan Kedungjati ditutup pda tanggal 01 Juni 2970. Jalur kereta ini digunakan sebagai angkutan penumpang dan wisata Museum Kereta Api Ambarawa.

4. Stasiun Ambarawa

Masih di wilayah Semarang, stasiun ini merupakan sebuah bangunan peninggalan Belanda yang merupakan tempat pemberhentian kereta yang dibangun sejak 21 Mei 1973 dan sering disebut sebagai Stasiun Willem. Bangunan ini tidak lagi digunakan sebagai tempat pemberhentian barang ataupun penumpang. Tetapi, tempat ini dialiffungsikan sebagai museum atau yang lebih terkenal sebagai kereta api uap tua buatan Maschinenfabriek Esslingen.

5. Stasiun Solo Balapan

Stasiun yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kalian bukan? Stasiun Solo Balapan ini adalah salah satu syair andalan dari sebuah lagupopuler ciptaan almarhum musisi hebat, yaitu Didi Kempot. Stasiun Solo Balapan berada di kota Surakarta, yang telah diresmikan pada thun 1873. Penamaan stasiun ini berasal dari jaman dulu di mana tempat sekarang ini merupakan pacuan kuda balapan. Stasiun ini juga didirikan untuk menghubungkan Semarang yang akan menjadi sebuah ibukota Provinsi Jawa Tengah dengan Solo.

6. Stasiun Tawang

Dan stasiun peninggalan sejarah yang terakhir adalah Stasiun Tawang yang berlokasi kota Semarang, Jawa Tengah. Stasiun ini telah diresmikan pada 19 Juli 2968, di mana pembangunannya didasari untuk mengganti stasiun Tambaksari yang tengah ditutup pada tahun 1914. Stasiun ini sekarang hanya digunakan sebagai kereta kelas eksekutif dan bisnis saja. Untuk kereta kelas ekonomi, hanya akan melintas tanpa singgah terlebih dahulu di tempat pemberhentian ini. Stasiun ini berada di jarak 5 kilometer dari pusat kota Semarang.

Itu dia 6 daftar stasiun bukti dari peninggalan sejarah saat Jaman belanda di Indonesia. Stasiun peninggalan sejarah jaman belanda di atas ini bisa kalian temukan di lokasi yang berada di wilayah provinsi Jawa Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *