Sejarah Dahulu Museum Nasional, Hingga Saat Ini

Museum Nasional diawali dengan berdirinya sebuah himpunan bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 24 April 1778. Pada masa itu, Eropa tengah terjadinya sebuah revolusi intelektual (the Age of Enlightenment) yaitu di mana orang sudah mulai mengembangkan pemikiran ilmiah dan ilmu pengetahuan. Pada tahun 1752 di Hararlem, Belanda berdiri De Hollandsche Maatschappij der Wetenschappen atau sebuah Perkumpulan Ilmiah Belanda. Hal ini mampu mendorong berbagai orang Belanda di Batavia (Indonesia) untuk mendirikan beragam organisasi sejenis.

Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) juga merupakan sebuah lembaga independen yang didirikan dengan tujuan memajukan penelitian dalam sebuah bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah. Salah seorang pendiri lembaga ini yaitu JCM Radermacher, menyumbangkan sebuah rumah miliknya di Jalan Kalibesar, suatu kawasan perdagangan di Jakarta-Kota. Tidak hanya itu, ia juga menyumbangkan sejumlah koleksi benda budaya dan buku yang sangat berguna, sumbangan Radermacher inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya museum dan perpustakaan.

Selama masa pemerintahan Inggris di Jawa (1811-1816), Letnan Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles menjadi Direktur perkumpulan ini. Oleh karena rumah di Kalibesar sudah penuh dengan koleksi, Raffles memerintahkan pembangunan gedung baru itu dapat digunakan sebagai museum dan ruang pertemuan untuk Literary Society (dulu disebut gedung “Societeit de Harmonie”). Bangunan ini sendiri berlokasi di jalan Majapahit nomor 3. Sekarang di tempat ini berdiri kompleks gedung sekretariat Negara, di dekat Istana kepresidenan.

Jumlah koleksi milik BG terus neningkat hingga museum di Jalan Majapahit ini tidak dapat lagi tertampung koleksinya. Pada tahun 1862, pemerintah Hindia-Belanda memutuskan untuk melakukan pengorbanan demi membangun sebuah gedung museum baru di lokasi yang sekarang, yaitu Jalan Medan Merdeka Barat No. 12 (yang disebut “Koningsplein West”). Tanahnya meliputi area yang kemudian di atasnya dibangun gedung Rechst Hogeschool atau “Sekolah Tinggi Hukum” (pernah digunakan untuk markasKenpetai di masa pendudukan Jepang, dan sekarang Departemen Pertahanan dan Keamanan). Gedung museum ini baru dibuka untuk umum pada tahun 1868.

Museum ini sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya penduduk Jakarta. Mereka menyebutnya “Gedung Gajah” atau “Museum Gajah” karena di halaman depan museum terdapat sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada tahun 1871. Gedung ini juga disebut sebagai “Gedung Arca” karena di dalam gedung memang banyak tersimpan berbagai jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai periode.

Pada tahun 1923 perkumpulan ini telah memperoleh gelar “koninklijk” karena jasanya dalam bidang ilmiah dan proyek pemerintah lengkapnya menjadi Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Pada tanggal 26 Januari 1950, Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen diubah namanya menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia. Perubahan ini disesuaikan dengan kondisi waktu itu, sebagaimana tercermin dalam semboyan barunya: “memajukan ilmu-ilmu kebudayaan yang berfaedah untuk meningkatkan pengetahuan tentang kepulauan Indonesia dan negeri-negeri sekitarnya”.

Mengingat pentingnya museum ini bagi bangsa Indonesia maka pada tanggal 17 September 1962 Lembaga Kebudayaan Indonesia menyerahkan pengelolaan museum kepada pemerintah Indonesia, yang kemudian menjadi Museum Pusat. Akhirnya, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, No.092/ 0/1979 tertanggal 28 Mei 1979, Museum Pusat ditingkatkan statusnya menjadi Museum Nasional.

Kini Museum Nasional bernaung di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Museum Nasional mempunyai visi yang mengacu kepada visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu “Terwujudnya Museum Nasional sebagai pusat informasi budaya dan pariwisata yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan peradaban dan kebanggaan terhadap kebudayaan nasional, serta memperkokoh persatuan dan persahabatan antar bangsa”.

Daftar Stasiun Peninggalan Sejarah Jaman Belanda di Jawa Tengah

Penjajahan Hindia Belanda relatif lama dan membuat banyak bangunan yang dulunya dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda pada jaman tersebut. Salah satunya adalah stasiun tempat pemberhentian kereta api. Tidak hanya museum sebagai tempat peninggalan bersejarah, tetapi daftar stasiun di bawah ini akan menjadi sebuah bukti tempat peninggalan bersejarah pada jaman Belanda tersebut yang terjadi di Indonesia, tepatnya lokasi stasiun ini berada di pulau Jawa Tengah. Yuk, langsung saja simak berikut ini.

Deretan Nama Stasiun di Jawa Tengah yang Sudah Berdiri Pada Jaman Belanda

1. Stasiun Purwosari

Bangunan stasiun yang pertama ini merupakan bukti peninggalan Belanda yang berada di wilayah Solo.  Stasiun ini aadalah hasil bangunan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatsschappij (NISM) yang dibangun pada tahun 1875. Jalur kereta ini termasuk salah satu yang unik, di mana kalian akan melihat satu-satunya jalur kereta api yang berjejer dan berdampingan secara langsung dengan jalanan raya. Pada tahun 2013 ini, pemerintahan Solo telah menetapkan bangunan sebagai bangunan cagar budaya.

2. Stasiun Lempuyangan

Selanjutnya adalah sebuah bangunan peninggalan Belanda lainnya yang berada di Indonesia. Stasiun ini sudah mulai beroperasi sejak 2 Maret 1872. Pembangunan ini terjadi akibat NISM yang merugi hingga pemerintahan Hindia Belanda membangun rel sepanjang 166 kilometer menuju kota Yogyakarta. Stasiun ini berada di jarak 1 kilometer dari pusat kota. Awalnya, stasiun ini hanya digunakan untuk melayani rute Yogyakarta – Solo – Semarang untuk mengangkut gula. Sekarang, stasiun ini dijadikan sebagai pemberhentian kereta api ekonomi.

3. Stasiun Tuntang

Berikutnya adalah sebuah stasiun peninggalan Belanda khususnya Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatsschappij (NISM). Bnagunan stasiun ini telah berdiri sejak dibangun pada tahun 1871 dan baru mulai beroperasi pada 21 Mei 1973. Hanya saja, bangunan ini menjadi sebuah museum di mana jalur yang menghubugkan kota Yogyakarta dengan Kedungjati ditutup pda tanggal 01 Juni 2970. Jalur kereta ini digunakan sebagai angkutan penumpang dan wisata Museum Kereta Api Ambarawa. Tempat ini sekarang sangat sepi sekali, sampai-sampai banyak orang menjadikannya sebagai tongkrongan untuk bermain game IDN Poker online. Karena sepi dan aman stasiun ini, serta nyaman juga, itulah yang membuat banyak pemain idn poker terbaik senang bermain disana.

4. Stasiun Ambarawa

Masih di wilayah Semarang, stasiun ini merupakan sebuah bangunan peninggalan Belanda yang merupakan tempat pemberhentian kereta yang dibangun sejak 21 Mei 1973 dan sering disebut sebagai Stasiun Willem. Bangunan ini tidak lagi digunakan sebagai tempat pemberhentian barang ataupun penumpang. Tetapi, tempat ini dialiffungsikan sebagai museum atau yang lebih terkenal sebagai kereta api uap tua buatan Maschinenfabriek Esslingen.

5. Stasiun Solo Balapan

Stasiun yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kalian bukan? Stasiun Solo Balapan ini adalah salah satu syair andalan dari sebuah lagupopuler ciptaan almarhum musisi hebat, yaitu Didi Kempot. Stasiun Solo Balapan berada di kota Surakarta, yang telah diresmikan pada thun 1873. Penamaan stasiun ini berasal dari jaman dulu di mana tempat sekarang ini merupakan pacuan kuda balapan. Stasiun ini juga didirikan untuk menghubungkan Semarang yang akan menjadi sebuah ibukota Provinsi Jawa Tengah dengan Solo.

6. Stasiun Tawang

Dan stasiun peninggalan sejarah yang terakhir adalah Stasiun Tawang yang berlokasi kota Semarang, Jawa Tengah. Stasiun ini telah diresmikan pada 19 Juli 2968, di mana pembangunannya didasari untuk mengganti stasiun Tambaksari yang tengah ditutup pada tahun 1914. Stasiun ini sekarang hanya digunakan sebagai kereta kelas eksekutif dan bisnis saja. Untuk kereta kelas ekonomi, hanya akan melintas tanpa singgah terlebih dahulu di tempat pemberhentian ini. Stasiun ini berada di jarak 5 kilometer dari pusat kota Semarang.

Itu dia 6 daftar stasiun bukti dari peninggalan sejarah saat Jaman belanda di Indonesia. Stasiun peninggalan sejarah jaman belanda di atas ini bisa kalian temukan di lokasi yang berada di wilayah provinsi Jawa Tengah.

Deretan Tempat Bersejarah yang Bisa Kalian Kunjungi di Jawa Barat

Bangunan bersejarah memiliki cerita dan kisah sejarah yang menarik untuk dikenang, sama halnya dengan deretan tempat bersejarah di bawah ini. Tempat-tempat bersejarah di bawah ini merupakan bukti terjadinya sebuah peristiwa atau kejadian penting di mana telah terjadi di masa lalu. Tempat bersejarah yang akan kami bagikan di bawah ini merupakan sebuah wisata bersejarah yang menakjubkan serta tidak sedikit berbagai wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. Yuk, langsung saja simak daftar tempat bersejarah yang bisa kalian kunjungi di Jawa Barat.

Daftar Tempat Bersejarah yang Beberapa Tempatnya Masih Digunakan

1. Istana Bogor

Siapa yang tidak tahu tempat bersejarah pertama ini? Istana Bogor merupakan salah satu dari enam istana Presiden Republik Indonesia yang memiliki keunikan historis, kebudayaan, serta faunanya. Untuk kalian yang ingin mengunjungi istana Bogor, hanya dapat terbuka umum saat ulang tahun Bogor saja. Tetapi kalian tidak perlu khawatir, kalian dapat berkeliling ke dalam halaman istana, di mana akn ada terdapat berbagai rusa. Kalian juga dapat memberi makan secara langsung kepada rusa-rusa tersebut.

Kalau anda mengunjungi istana bogor, jangan lupa untuk daftar poker online melalui situs bigpoker88 untuk meraih bonus new member istana bogor sebesar 100% + 10% yang sangat menguntungkan. Anda hanya perlu menyiapkan modal awal sebesar 10 ribu saja agar bisa main judi poker uang asli.

2. Rumah Penculikan Rengasdengklok

Berikutnya adalah sebuah tempat bersejarah di mana kisah Bung Karno dan Bung Hatta diculik oleh golongan muda dan dibawa ke Rengasdengklok untuk segera merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan. Sebenarnya untuk lokasi aslinya berada di 200 meter dari rumah ini. Hal ini terjadi akibat penggerusan sungai Citarum, di mana pada akhirnya diputuskan pemindahan. Di rumah ini, klin akn menikmati suasana yng nyaman dan sejuk.

3. Situs Ciung Wanara Karangmulyan

Daftar selanjutnya adalah situs Hindu-Budha dan jejak peningglan kerajaan Galuh Pusaka. Dalam situs ini terdapat Batu Pangcalikan, Panyabungan Ayam, Sanghiyang Bedil, Lambang Peribadatan, sumber mata air Ceteguh dan Cirahayu, Makam Adipati Panaekan, Pamangkonan, Panyandaran, Cikahuripan. Di mana terdapat jalan kuno sebagai penghubung Padjajaran Majapahit dengan situs Karangmulyan.

4. Monumen Rawa Gede

Tempat bersejarah yang satu ini merupakan monumen yang didirikan untuk memperingati jasa para pejuang yang telah gugur saat berperang demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di mana peritiwa Rawa Gede ini terjadi pada tahun 1947 dengan dilakukannya pembantaian massal oleh Belnda yang telah menewaskan 431 warga sipil.

5. Museum Pos Indonesia

Museum Pos Indonesia merupakan museum yang terletak di Jalan Cilaki no. 73 Bandung, Jawa Barat. Bangunan ini dibangun pada tahun 1933 oleh pemerintahan Hindia Belanda. Disini kalian juga akan melihat berbgai benda bersejarah Belanda serta berbagai koleksi Perangko Hindia-Belanda. Disini, kalian akan melihat berbagai foto mengenai seputar masa perjuangan Bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia kita.

6. Taman Purbakala Cipatri Kuningan

Dan yang terakhir adalah tempat bersejarah bernama Taman Purbakala Cipatri Kuningan. Di depn pintu masuk disusun oleh batu tipis yang berdiri tegak, sedangkan pada kanan gerbang berdiri menhir. Kalian juga akan melihat bartu-batu megalithikum yang telah tersusun rapi, peti bubur batu, kapak batu, gelang batu, gerabah, serta menhir. Tempat ini disusun untuk pemujaan nenek moyang dan penyimpanan sesaji. Taman yang satu ini terleak di kelurahan Cipari, Cigugur, Kuningan, Jawa Barat.

Itu dia 6 daftar tempat bersejarah yang bisa kalian kunjungi dengan berbagai peristiwa dan kejadian sejarah yang pernah terjadi di masa lalu. Sekian informasi ini kami sampaikan, untuk kaliaan yng berada di wilayah Jawa Barat, kalian dapat mengunjungi temoat bersejarah di atas untuk menambah wawasan serta pengetahuan sejarah kalian.

Museum Nasional Indonesia: Bangunan Bersejarah yang Masih Beroperasi Hingga Saat Ini!

Eksistensi Museum Nasional diawali dengan berdirinya sebuah perkumpulan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 24 April 1778. Pada masa itu,  Eropa tengah terjadi revolusi intelektual (the Age of Enlightenment) yaitu dimana orang mulai mengembangkan pemikiran-pemikiran ilmiah dan ilmu pengetahuan. Pada tahun 1752 di Haarlem, Belanda mendirikan De Hollandsche Maatschappij der Wetenschappen (Perkumpulan Ilmiah Belanda), hal ini mendorong orang Belanda di Batavia (Indonesia) ikut mendirikan organisasi tersebut.

Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) merupakan lembaga independen yang didirikan dan bertujuan untuk memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, dan lainnya.

Ketika anda sedang mengunjungi museum ini, anda diberikan hak untuk membuka situs ceme agar bisa bermain game menggunakan duit asli yang menguntungkan meskipun modal awal yang anda gunakan kecil. Tak heran jika banyak masyarakat Indonesia yang bermain judi ceme online ketika datang ke museum bersejarah ini.

Salah seorang pendiri lembaga ini, yaitu JCM Radermacher, menyumbangkan sebuah rumah miliknya di Jalan Kalibesar, suatu kawasan perdagangan di Jakarta-Kota. Kecuali itu ia juga menyumbangkan sejumlah koleksi benda budaya dan buku yang berguna, sumbangan Radermacher inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya museum dan perpustakaan.

Selama masa pemerintahan Inggris di Jawa (1811-1816), Letnan Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles menjadi Direktur perkumpulan ini. Oleh karena rumah di Kalibesar sudah penuh dengan koleksi, Raffles memerintahkan pembangunan gedung baru untuk digunakan sebagai museum dan ruang pertemuan untuk Literary Society (dulu disebut gedung “Societeit de Harmonie”). Bangunan yang berlokasi di jalan Majapahit nomor 3 ini sekarang berdiri di kompleks gedung sekretariat Negara, di dekat Istana kepresidenan.

Jumlah koleksi milik BG terus meningkat hingga museum di Jalan Majapahit tidak dapat lagi menampung koleksinya. Pada tahun 1862, pemerintah Hindia-Belanda memutuskan untuk membangun sebuah gedung museum baru di lokasi yang sekarang, yaitu Jalan Medan Merdeka Barat No. 12 (Koningsplein West). Tanahnya meliputi area yang kemudian di atasnya dibangun sebuah gedung Rechst Hogeschool atau “Sekolah Tinggi Hukum” (pernah digunakan sebagai markasKenpetai di masa pendudukan Jepang, dan sekarang Departemen Pertahanan dan Keamanan). Gedung museum yang baru dibuka untuk umum pada tahun 1868.

Museum yang dikenal sebagai “Gedung Gajah” atau “Museum Gajah” ini karena di halaman depan museumnya terdapat sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada tahun 1871. Kadang kala disebut juga “Gedung Arca” karena di dalam gedung memiliki berbagai jenis dan bentuk arca yang tersimpan dan berasal dari berbagai periode.

Museum ini sungguh penting bagi bangsa Indonesia maka pada tanggal 17 September 1962 Lembaga Kebudayaan Indonesia menyerahkan pengelolaan museum kepada pemerintah Indonesia, yang kemudian menjadi Museum Pusat. Akhirnya, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, No.092/ 0/1979 tertanggal 28 Mei 1979, Museum Pusat ditingkatkan statusnya menjadi Museum Nasional. Bangunan ini pada mulanya dibangun oleh pemerintah Hindia-Belanda untuk menampung hasil penelitian, benda budaya, dan buku-buku koleksi dari BG atau Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG). BG sendiri merupakan organisasi yang didirikan pemerintah Belanda di Batavia pada 24 April 1778 yang memiliki semboyan “Ten Nutte van het Algemeen” yang berarti untuk kepentingan masyarakat umum. Salah seorang pendiri lembaga ini yaitu JCM Radermacher menyumbangkan rumah miliknya di jalan Kalibesar dan koleksinya, yang menjadi cikal-bakal berdirinya museum dan perpustakaan.

Salah satu museum terlengkap dan tertua di Indonesia ini menyimpan kurang lebih 160.000 benda bersejarah yang terdiri dari 7 jenis koleksi Prasejarah, Arkeologi masa Klasik atau Hindu-Budha, Numismatik dan Heraldik, Keramik, Etnografi, Geografi dan Sejarah di atas lahan seluas 26.500 meter persegi dengan jumlah 2 gedung.

Gedung A digunakan untuk menyimpan koleksi dan zona pamer sedangkan Gedung B atau Gedung Arca yang resmi dibuka pada 20 Juni 2007 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang digunakan sebagaipameran, kantor, ruang konferensi, laboratorium, dan perpustakaan.

Daftar Tempat Wisata Bersejarah Di Jakarta

Jakarta tidak hanya dilengkapi dengan beragam gedung pencakar langit saja, tetapi Jakarta juga dilengkapi dengan banyaknya beragam tempat bersejarah yang seru untuk kalian kunjungi sebagai alternatif rekreasi kalian. Dengan wisata sejarah ini, kalian dapat emnambah wawasan seputar sejarah di Indonesia, meningkatkan rasa nasionalisme, dan pastinya berbagai hiburan berkualitas dengan biaya yang murah. Nah, kali ini kami akan membahas beberapa daftar tempat wisata yang bisa kalian kunjungi di Jakarta Utara. Penasaran? Yuk, simak lengkapnya pada daftar di bawah ini.

Daftar Tempat Nongkrong Terbaik yang Berada di Jakarta Utara

1. Museum Satria Mandala

  • Alamat: Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 14, RT.6/RW.1, Kuningan Barat, Jakarta Selatan
  • Pukul Buka: 09.00 s/d 14.30

Museum merupakan salah satu tempat bersejarah di Jakarta Selatan yang populer dan ramai dikunjungi banyak orang. Museum Satria Mandala ini merupakan kediaman Ratna Sari Dewi, seorang isteri presiden pertama Republik Indonesia, yaitu IR. Soekarno. Tidak hanya itu, rumah ini bahkan menjadi tempat persemayaman terakhir Presiden Soekarno Hatta sebelum dikuburkan ke kota Blitar. Saat Soeharto menjabatkan diri sebagai presiden, pada tahun 1971 rumah ini resmi menjadi Museum Satria Mandala yang dialihfungsikan sebagai pusat sejarah TNI.

Kamu juga bisa bermain judi slot online ketika sedang mengunjungi Museum Satria Mandala karena ada banyak sekali pemain slot lain yang suka berkunjung ke tempat ini untuk mencari ketenangan agar bisa fokus.

2. Museum Fatahillah

  • Alamat: Jl. Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat
  • Pukul Buka: 09.00 s/d 15.00

Selanjutnya adalah museum yang akan memberikan nuansa nostalgia yang kuat karena banyaknya bangunan yang belum diubah saat dibangun pada masa kolonial Belanda. Gedung ini dibangun oleh seorang Jenderal Jan Pieterszoon Coen pada tahun 1620. Museum yang memiliki 23.500 benda bersejarah ini dapat kalian nikmati dari periode yang berbeda-beda. Untuk kalian yang ingin berwisata ke tempat ini, jangan lupa untuk kalian membawa E-Money dengan menggunakan TransJakarta maupun KRL.

3. Museum Kebangkitan Nasional

  • Alamat: Jalan Abdurrahman Saleh No.26, sebelum RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat
  • Pukul Buka: 09.00 s/d 15.00

Tahukah kalian? Jika sebelum tempat ini menjadi sebuah museum Kebangkitan Nasional, tempat ini adalah sebuah sekolah kedokteran pada era kolonial Belanda bernama STOVIA atau “School tot Opleding van Inlandsche Arsten”. Tempat yang diresmikan pada tahun 1902 ini merupakan tempat bersejarah yang memiliki beberapa diorama sebagai koleksi museum seperti guru STOVIA, pelajar STOVIA, hingga diorama Kartini.

4. Tugu Proklamasi

  • Alamat: Jl. Proklamasi, RT.10/RW.2, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat
  • Pukul Buka: 06.00 s/d 21.00

Tugu yang pertama kali dibangun pada tanggal 1 Januari 1961 ini telah diresmikan Presiden Soeharto pada tanggal 17 Januari 1972. Di Tempat ini kalian dapat mengenang sejarahg pembacaan proklamasi kemerdekaan RI oleh IR. Soekarno. Lokasi ini tidak hanya dijadikan sebagai tempat wisata saja, tetapi tempat ini sering digunakan sebagai tempat upacara kemerdekaan.

5. Museum Katedral

  • Alamat: Jl. Katedral, Pasar Baru, Jakarta Pusat
  • Pukul Buka: 10.00 s/d 16.00

Daftar yang terakhir ini ialah sebuah tempat ibadah umat Katholik yang juga berfungsi sebagai tempat wisata bersejarah. Katedral ini awalnya diresmikan pada tanggal 28 April 1991 oleh Mgr. Julius Darmaatmadja. Koleksinya yang berupa sejarah para misionaris dari Belanda ini ditugaskan untuk menyebarkan agama Katolik beserta dengan deretan foto Kardinal dari waktu ke waktu.

Itu dia 5 daftar tempat wisata bersejarah yang bisa kalian kunjungi di sekitar provinsi Jakarta. Dengan tempat wisata bersejarah ini, kalian akan menemukan berbagai informasi sejarah lalu yang dapat menambah wawasan kalian. Tidak hanya itu, tempat wisata bersejarah yang ada di atas ini juga ada beberapa tempat yang masih aktif di operasionalkan hingga saat ini. Sekian informasi ini kami sampaikan, terima kasih.

5 Tempat Bersejarah Yang Instagrammable Di Jakarta

Sebagai ibukota dari Indonesia, Jakarta tentu saja menjadi salah satu kota yang dipilih untuk dikunjungi. Di kota ini, kalian tidak hanya bisa melihat gedung-gedung tinggi namun juga bisa menikmati beragam wisata yang ada.  

Selain hiburan, Jakarta memiliki keunikkan, yaitu ada banyak bangunan bersejarah yang masih ada di Jakarta.  

5 Tempat Bersejarah di Jakarta 

Uniknya lagi, tempat-tenpat ini sering dikunjungi oleh orang-orang karena tempatnya yang estetik dan Instagrammable.  

Nah, untuk kalian yang penasaran dan ingin melihat ada bangunan bersejarah apa saja di Jakarta, yuk simak dulu tempatnya dibawah ini.  

1.Monas 

Mengunjungi Monas paling pas jika dilakukan pada sore hari. Karena, kalian bisa menikmati jalan santau atau bersepeda menyusuri taman tanpa harus merasakan teriknya matahari.  

Kalian juga bisa berfoto-foto sambil melihat keindahan pemandangan di sekitar. Tak hanya itu, kalian juga bisa naik ke tugu monas menggunakan lift. Disana, sudah tersedia teropong yang bisa digunakan untuk melihat panorama kota Jakarta.  

Di puncak monas juga terdapat api kemerdekaan yang terbuat dari lembaran emas yang melambangkan semangat bangsa Indonesia yang menyala-nyala.  

2.Museum Nasional Indonesia 

Museum Nasional Indonesia merupakan sebuah wisata bersejarah yang masih berada dalam suatu kawasan dengan Monumen Nasional.  

Disini, kalian bisa mengenal sejarah bangsa Indonesia lebih dalam lagi. Museum ini menampung pengunjung kurang lebih 500 orang.  

Disini juga tersedia sejarah lengkap Indonesia mulai dari jaman prasejarah sampai masa orde baru. Didalamnya, kalian akan menemukan 51 diorama dengan ruangan berlapiskan marmer.  

3.Kota Tua 

Kota tua merupakan kawasan yang penting dimasa penjajahan dulu. Kawasan ini mencakup sebagian wilayah Jakarta Barat dan Utara, mulai dari pelabuhan Sunda Kelapa sampai dengan Museum Bank Indonesia.  

Sama seperti kawasan kota lama di beberapa kota di Indonesia bahkan di dunia. Kota tua Jakarta ini dulunya tempat orang bermain judi. Ada beberapa orang dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan daftar poker dan akhirnya menjadi tempat bersejarah dengan mengubah fungsi bangunan lama menjadi museum yang menyimpan banyak informasi berharga tentang sejarah Kota.  

Kota Tua sendiri terdiri dari museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Toko Merah.  

4.Museum Bahari 

Museum Bahari merupakan museum yang menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari sabang sampai merauke.  

Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya, dan ragam hias. Hingga kapal zaman VOC.  

Selain itu ada juga berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran, dan peralatan yang digunakan oleh pelaut pada masa lalu.  

Museum ini juga menampilkan koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia, serta aneka perlengkapan dan cerita masyarakat nelayan nusantara.  

5.Galangan Kapal VOC 

Bangunan yang pernah digunakan sebagai kantor pusat perusahaan dagang Hindia Belanda, VOC ini diperkirakan telah ada sejak 1628.  

Dulunya, kapal ini dijadikan tempat menyimpan dan memperbaiki kapal-kapal besar yang akan berlayar ke perairan terbuka selama berbulann-bulan atau bahkan tahunan.  

Selain kapal besar, ada juga kapal-kapal kecil yang dibuat disini. Dulunya, galangan kapal VOC ini menjadi suatu bandar terpenting di Asia dan pendukung bagi jaringan niaga sedunia yang menggunakan kapal layar.  

Itulah 5 tempat bersejarah yang masih ada dan terjaga di Jakarta. Sebenarnya masih ada lagi tempat-tempat yang belum sempat disebutkan diatas. Semoga artikel ini bermanfaat.